<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1" ?>
<rss version="0.91">
  <channel>
    <title>free ya mind</title>
    <link>http://ayeepsoedra.blogdrive.com/</link>
    <description>free ya mind</description>
    <lastBuildDate>Fri, 05 Jan 2007 16:40:01 PST</lastBuildDate>
    <generator>http://www.blogdrive.com</generator>
    <copyright>Copyright 2007.</copyright>
    <category>Poetry</category>
    <category>Music</category>
    <category>Writing</category>
    <item>
      <title>after a while</title>
      <link>http://ayeepsoedra.blogdrive.com/archive/65.html</link>
      <pubDate>Fri, 05 Jan 2007 09:36:47 GMT</pubDate>
      <description> 
Jangan Kau Tanya Arti Puisiku Mario
 
Untuk Robert Frost dan The Road not Taken-nya
 
            Saya sependapat dengan Horace yang pernah mengatakan bahwa puisi itu layaknya imaji atau gambar. Ut pictura poesis, katanya dalam Ars Poetica. Sederhana, sebab kata-kata yang penyair untai berusaha membangun sebuah penggambaran tertentu dalam benak pembaca. Seberapa berhasil sebuah puisi mengesankan saya tergantung dari sejauh mana ia berhasil mengkonstruksi imaji dalam pikiran ini.
            Saya sedari dahulu kagum dengan penyair-penyair tertentu yang mampu menggali kekuatan kata-kata... (more)</description>
      <comments>http://ayeepsoedra.blogdrive.com/comments?id=65</comments>
    </item>
    <item>
      <title>From Wino Forever and Jolie’s Tiger Clawing to Abmi’s Alphabet</title>
      <link>http://ayeepsoedra.blogdrive.com/archive/64.html</link>
      <pubDate>Tue, 19 Sep 2006 08:34:21 GMT</pubDate>
      <description>         When I went to Kansas that morning I met two friends of mine who were lost in an exciting conversation about tattoo. Abmi, a young girl suffers from neurosis manifesting in her habit of biting a straw in to pieces, had just had an ancient alphabet curved on her chest. In the meantime, Dalih, a dead famous short story writer who together with the handsome, witty, and debonair essayist of this column allies for an independent media called Carpe Diem, was just commenting on her tormented yet funny look when being tattooed. I joined them and soon also was lost in their conversation. That... (more)</description>
      <comments>http://ayeepsoedra.blogdrive.com/comments?id=64</comments>
    </item>
    <item>
      <title>moving day</title>
      <link>http://ayeepsoedra.blogdrive.com/archive/63.html</link>
      <pubDate>Mon, 04 Sep 2006 18:31:31 GMT</pubDate>
      <description>New Place for New Making Out
 
I have just moved to a new place. It is a rather well-built house, we rent it, in which five peoples live together; me, my younger brother, a friend of his and two girlfriends of mine. The house is cozy enough and clearly my room is way larger than my 'hole' at the second floor of my previous boarding house. Well, that's actually the reason why I decided to leave; that room doesn't provide enough space for at least an active young man plus his social circle.  
 
8.4 million rupiah. Then divide it to five. Figure it out and you'll get 1.68 million as one... (more)</description>
      <comments>http://ayeepsoedra.blogdrive.com/comments?id=63</comments>
    </item>
    <item>
      <title>yang tercecer</title>
      <link>http://ayeepsoedra.blogdrive.com/archive/62.html</link>
      <pubDate>Fri, 30 Jun 2006 01:16:17 GMT</pubDate>
      <description>Surat buat seorang Hipi

Aku tahu, Theresia
Ketika matamu minta cium
Di atas elevator

Ini memang bukan soal moral
Ini soal basa-basi
Maka kaupun kugumul
Di atas ranjang lantai ke lima
Kita terengah
Terengah-engah
Tapi tak diperlukan komentar sesudahnya
Seperti bila orang Indonesia
Menyuguhkan teks
Dan kau harus minum
Katamu

(Mochtar Pabottinggi)
bangga neh jadi anak sastra Inggris. Bung Mochtar puisinya mantap nek!
</description>
      <comments>http://ayeepsoedra.blogdrive.com/comments?id=62</comments>
    </item>
    <item>
      <title>baju</title>
      <link>http://ayeepsoedra.blogdrive.com/archive/61.html</link>
      <pubDate>Thu, 15 Jun 2006 14:07:25 GMT</pubDate>
      <description>Aku mau cerita soal baju baru.

Sebenarnya sudah lama baju ini kupesan. Aku minta tolong menyablon gambar pada seorang teman, sementara kaos putih polos kusiapkan sendiri. Kejadian pemesanannya sudah dua semester yang lalu.

Jadi bajunya baru sekarang.

Ya, aku sebenarnya tak enak juga menanyakan sebab musababnya pada temanku yang bersangkutan. Padahal teman-teman lain yang pesan belakangan bajunya sudah pada jadi. Malah ada yang sehari langsung jadi. Kenapa ya?

Setelah sekian lama berucap pisah pada bajuku itu—sebenarnya karena sedemikian bosannya menunggu aku sampai lupa pernah... (more)</description>
      <comments>http://ayeepsoedra.blogdrive.com/comments?id=61</comments>
    </item>
    <item>
      <title>buzz</title>
      <link>http://ayeepsoedra.blogdrive.com/archive/59.html</link>
      <pubDate>Thu, 25 May 2006 06:07:13 GMT</pubDate>
      <description>Sehabis membaca esai Octavio Paz. 

Aku sekarang sangat tertarik dengan gaya-gaya penulisan berbagai orang. Baik yang kukenal lewat jumpa imajiner maupun yang langsung bersentuhan dengan kehidupanku. Aku mencermati dan pada saat yang sama menemu keunikan mereka.

Aku berjumpa perulangan. Dan paralelisme.

Menulis adalah proses. Celakanya pada saat yang sama ia juga refleksi kepribadian. Jadi membaca gaya penulisan mirip dengan melongok pada relung-relung terdalam karakter seseorang. Persoalannya sekarang adalah belajar membaca.

Mengidentifikasi diri dengan idola adalah hal yang tak... (more)</description>
      <comments>http://ayeepsoedra.blogdrive.com/comments?id=59</comments>
    </item>
    <item>
      <title>bloody tjurhat</title>
      <link>http://ayeepsoedra.blogdrive.com/archive/60.html</link>
      <pubDate>Thu, 25 May 2006 06:07:13 GMT</pubDate>
      <description>(Aku ingin mengembara bersama mimpi-mimpiku. Kadang ia berlayar menuju Antigua denganku dan tato jangkarnya, kadang ia cuma berselonjor di beranda. Bercakap dengan desau angin.
Ah malam, daun tembakau dan muram. Tahukah engkau, di balik batang pisang itu tersembunyi sesosok peri dan seringai raksasa yang cantik? )


Malam ini aku ke Manut lagi. Mengusir penat dan sengit yang menyesakkan dada. 

Semua bermula dari tangisan seorang teman. Agak aneh juga ia menangis menilik umurnya yang tak lagi remaja. Tapi perasaan tak hirau usia. Tak juga suasana.

Ia menangis karena sakit... (more)</description>
      <comments>http://ayeepsoedra.blogdrive.com/comments?id=60</comments>
    </item>
    <item>
      <title>Melankoli</title>
      <link>http://ayeepsoedra.blogdrive.com/archive/58.html</link>
      <pubDate>Tue, 16 May 2006 02:32:47 GMT</pubDate>
      <description>

Iseng mendengarkan lagi Guns ‘n Roses. Entah untuk apa. Ziarah mungkin, untuk meminjam kata yang kini kerap dipakai teman. Kenangan serentak bermunculan kembali.

Jadi ingat masa-masa SMP. Ketika disamping rumah masih sawah. Masih banyak anak-anak yang bisa diajak main layangan, berburu burung (padahal alasan buruk untuk nembak ayam tetangga), mancing ikan betok, dan bersenda gurau di pos kamling. Biasanya berujung main kartu dan judi kecil-kecilan. Kadang kalau bosan, bisa kompak nyepep bareng di rumah teman yang kebetulan punya laserdisk. 

Malam hari lebih seru lagi. Setelah sore... (more)</description>
      <comments>http://ayeepsoedra.blogdrive.com/comments?id=58</comments>
    </item>
    <item>
      <title>epitaph </title>
      <link>http://ayeepsoedra.blogdrive.com/archive/57.html</link>
      <pubDate>Sun, 14 May 2006 00:52:28 GMT</pubDate>
      <description>Aku kehilangan, dan untuk pertama kalinya aku bersedih. Kenangan tentang seseorang memang tak semudah itu diusir pergi dari bilik memori. Apalagi jika kenangan itu menyangkut sekeping kasih yang turut menuntun langkah-langkahmu; itu mirip menguras air susu yang telah mengalir bersama darah di pembuluh tubuh. 
Ada yang datang dan ada yang pergi. Yang pergi enggan kembali. Sebenarnya tak ada yang perlu disesali jika yang pergi sempat melambai dan berucap pamit. Namun untuk saat ini aku bahkan tak sempat merangkul ia yang sudah memberi tanda untuk undur. Entah tak sempat atau aku memang tak... (more)</description>
      <comments>http://ayeepsoedra.blogdrive.com/comments?id=57</comments>
    </item>
    <item>
      <title>manut nite</title>
      <link>http://ayeepsoedra.blogdrive.com/archive/56.html</link>
      <pubDate>Sat, 29 Apr 2006 05:59:34 GMT</pubDate>
      <description>Aku mau cerita soal seorang kenalan baru yang kutemui di warung kopi. Mas Seno namanya. Kejadiannya kemarin malam, sewaktu aku mampir ke Manut untuk ketemu si Gembul. 
Rencananya akan kuserahkan draf propaganda menolak SK Rektorat. Namun apa lacur, SK nya sudah dicabut tadi pagi. Yah, tak gunalah tulisanku itu. Tak guna juga jadinya rencana ketemu. Terbayang kan, betapa lambatnya aku menerima informasi.
Tapi aku ketemu Mas Seno. Sebagai ganti kecewaku. Pemuda ini istimewa karena satu dan lain hal. Salah satunya adalah kecerdasannya yang tak dibalut oleh kemasan artifisial. Maksudku, tak... (more)</description>
      <comments>http://ayeepsoedra.blogdrive.com/comments?id=56</comments>
    </item>
  </channel>
</rss>
