|
Aku mau cerita soal baju baru. Sebenarnya sudah lama baju ini kupesan. Aku minta tolong menyablon gambar pada seorang teman, sementara kaos putih polos kusiapkan sendiri. Kejadian pemesanannya sudah dua semester yang lalu. Jadi bajunya baru sekarang. Ya, aku sebenarnya tak enak juga menanyakan sebab musababnya pada temanku yang bersangkutan. Padahal teman-teman lain yang pesan belakangan bajunya sudah pada jadi. Malah ada yang sehari langsung jadi. Kenapa ya? Setelah sekian lama berucap pisah pada bajuku itu—sebenarnya karena sedemikian bosannya menunggu aku sampai lupa pernah pesan—eh, dia datang sendiri. Dua hari yang lalu temanku menyerahkan hasil karyanya. “Gimana De, mau taruh tulisan lagi dibawahnya?” Ga usah. Gambarnya sudah bagus. (Padahal aku takut nanti aku harus menunggu setahun lagi untuk menunggu kalimat ‘hang yourself poet to your words otherwise you’re dead’ tercetak). Singkat kata bajunya kupakai berhari-hari dengan intensi untuk kupamerkan. Sialnya ga ada reaksi antusias dari mereka yang melihatnya. Aku sempat berpikir kenapa. Apa figur yang tercetak di dadaku ini kurang ngetop ya? Akhirnya kutemu jawabnya. “De kamu kurang tulisan ‘setia’ deh di bawah gambarnya” Seorang teman nyeletuk nakal. Senyum-senyum simpul. Anjrit!!! Sekarang kutahu sebabnya. Mereka kira ini gambar Pongky Jikustik! Duh, kasihan deh diriku. Cuma karena Langston muda berambut agak kriting mereka langsung mengidentifikasikannya dengan vokalis band antah berantah dari Indonesia. |
| Leave a Comment: |